Feb 24, 2015

Penantian.

Kesibukan baru bikin blog mulai jarang disentuh :')
Akhir-akhir ini memang masih asik urus Oma Tua Klappertart, my very first project with hubby.
Rencana ini sudah kami bicarakan dari akhir tahun 2014, alhamdulillah Allah kasih rezeki untuk bisa realisasikan di tahun ini.
Allah Maha baik.

Nah, di tengah "kesibukan baru" kami, ada hal kecil yang sebenarnya masih menjadi ganjalan hati kami.
Kami masih menantikan kepercayaan Allah untuk memiliki keturunan.
Aku akhirnya memutuskan untuk bercerita, tanpa ada maksud ingin mengeluh sebab kami percaya, sebaik-baiknya rencana manusia, rencana Allah adalah yang terbaik.
Bulan lalu, tepatnya 11 Januari adalah ulang hari pernikahan kami. 
Alhamdulillah setahun pertama yang kami lewati dipenuhi dengan banyak cerita suka dan duka.

Selama setahun, kami baru "menyambangi" SpOG sekali.
Itu pun karena sempat mengalami ISK (Infeksi Saluran Kemih) dan RS tempat aku konsul ternyata ada praktik dokter kandungan juga, sehingga kami "iseng-iseng" coba cek.
Agak kurang memuaskan sih konsul dengan dokter tersebut untuk kami berdua, tapi ya sudahlah, itu tidak membuat rasa penasaran kami jadi membuas,

Bulan berlalu, di akhir tahun lalu, teman sekantor Ody (yang juga belum hamil) mengajak kami untuk mencoba terapi "alternatif".
Jujur, aku bukan termasuk orang yang suka mencoba-coba pengobatan non-medis.
Namun melihat terapi yang dilakukan hanya dari luar dan suplemen yang diberikan pun herbal (bee polen), jadi aku beranikan saja untuk mencoba.
Sekitar satu setengah bulan terapi sebenarnya ada perubahan baik yang aku rasakan, tapi karena Ody semakin kesini jadi kurang percaya, akhirnya kami memutuskan untuk berhenti.

Masa-masa sedih sudah pernah aku rasakan, bohong kalau selama hampir setahun ini kami tidak pernah sedih :)
Tapi alhamdulillah, tiap kami bersedih, Allah tunjukkan pada kami kebahagiaan lainnya.
Lewat berbagai cara, kadang lewat keluarga, sahabat, atau bahkan lewat orang-orang di sekitar kami.

Harapan lewat cerita ini, seandainya ada teman-teman di luar sana yang sama, sedang menunggu datangnya titipan Allah, jangan sampai patah semangat dan tetap husnudzon kepada Allah.
Kata seorang sahabatku, terus mendekatkan diri dengan Allah, rayu agar mendapatkan kepercayaannya. Semakin kita mendekati, niscaya Allah pun akan dekat dengan kita.

No comments: